IAIN Ambon telah berkiprah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan-persoalan dalam masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya orang basudara. Seiring dengan dinamika perubahan peradaban manusia yang semakin dinamis, kompleks dan global, tantangan yang dihadapi IAIN untuk tetap pada posisi dan perannya di masyarakat menuntut kepeloporan dalam perubahan-perubahan yang cerdas dan inovatif. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan pandangan yang visioner, didukung kemampuan merumuskan langkah-langkah strategis.

Visi IAIN Ambon

Pernyataan visi yang telah dirumuskan oleh IAIN Ambon adalah sebagai berikut.

Profesional dalam mengintegrasikan keislaman, keilmuan, kebudayaan, dan teknologi dalam bingkai multikultural pada 2032 di kawasan ASEAN

Perwujudan Visi IAIN Ambon adalah sosok IAIN Ambon yang menunjukkan akhlakul karimah dalam bidang kehidupan sosial dan karya ilmiah yang bermutu unggul dalam bidang akademik yang tidak dapat dilepaskan dari komitmennya pada fungsi, serta tanggung jawab dalam keilmuan yang menjadi identitasnya: intergrasi keislaman, keilmuan, teknologi, kemanusiaan dan keindonesiaan. Untuk obyektif pada kemanfaatan karya akademik IAIN Ambon, maka setiap butir keilmuan yang disintesakan selalu diwujudkan dengan memperhatikan sangat kuat semua aspek serta nilai-nilai religius, sosial dan kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) Orang Basudara di Maluku dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia umumnya.

Menjadikan multikulturalisme sebagai bingkai visi IAIN Ambon ini didasarkan pada beberapa alasan.

Pertama, Realisme-sosiologis dan historis Maluku merupakan masyarakat yang sangat multikultural, baik dari aspek etnis, suku, bahasa, maupun agama. Realitas ini meniscayakan perlunya pola pengembangan pembangunan dan pendidikan yang berperspektif multikulturalisme.

Kedua, Pengalaman konflik masa lalu serta sejumlah problem pascakonflik 1999, seperti segregasi sosial, stigma-kolektif, kuatnya politik identitas meniscayakan perlunya pembangunan pedamaian sejati dan dalam upaya menjadikan IAIN Ambon sebagai pusat laboratorium pendidikan multikulturalisme dan resolusi konflik, melalui pengembangan intereligius studies dan culture studies.

Ketiga, Sebagai daerah archipelago terbesar di Indonesia, Provinsi Maluku dikenal sebagai daerah “seribu pulau” yang juga dikenal pada masa lampau sebagai “The Spice Island” memiliki luas wilayah seluas 851 000 km2. Secara geografis 90% wilayah Maluku adalah lautan yaitu seluas 765 272 km2 dan 10 persen daratan sekitar 85 724 km2 (Bappeda Provinsi Maluku, 1999). Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki bentuk wilayah atau rona wilayah (non contigous shape). Dengan rona wilayah kepulauan (fragmental), broken shape, scattered shape dan sicrum marine, secara otomatis berpengaruh terhadap terciptanya ragam krakteristik, baik dari potensi lokal wilayah yang beragam (heterogen) secara geografis, ekonomi, maupun sosial budaya. Maka dalam kebijakan pembangunan, khususnya pendidikan membutuhkan pendekatan yang berperspektif erchipelago dan multikulturalisme.

Untuk maksud tersebut, maka semua proses pembelajaran di IAIN Ambon diharapkan mampu mengintegrasikan spirit multikulturalisme ini ke dalam setiap bidang studi, serta menjadikan multikulturalisme sebagai ikon IAIN Ambon sesuai dengan ciri provinsi Maluku yang multikultral dan archipelago.

Misi IAIN Ambon

  1. Menyelenggarakan pendidikan secara profesional dalam pengintegrasian keislaman, keilmuan, seni, budaya dan teknologi sehingga menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi peradaban
  2. Mengembangkan ilmu keislaman, budaya dan teknologi yang integral dalam konteks multikultur
  3. Menyelenggarakan penelitian secara profesional dalam pengembangan keilmuan Islam, budaya dan teknologi
  4. Melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis multikultural
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik perguruan tinggi maupun non perguruan tinggi di level lokal, nasional dan internasional.

Tujuan

a. Pengembangan Kualitas Akademik,

Aktivitas akademik dikembangkan untuk menghasilkan output yang:

Pendidikan

1. Mampu mengintegrasikan Keislaman, keilmuan, seni, budaya, dan teknologi

2. Memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas kemahasiswaan yang inovatif dan dinamis

3. Mampu meningkatkan kompetensi, komitmen dan kontribusi SDM bagi kemaslahatan masyarakat

4. Mampu mengembangkan kurikulum yang progresif sesuai kebutuhan masyarakat

5. Peningkatan kualitas proses pembelajaran yang progresif

6. Penciptaan suasana akademik yang nyaman dan egaliter

Penelitian dan pengabdian masyarakat

7. Peningkatan kualitas penelitian unggulan dan di semua level dan publikasi di level nasional dan internasional

8. Pengembangan pengabdian masyarakat yang berorientasi khoiru ummah/ kemanusiaan

b. Penguatan dan Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Kelembagaan, bertujuan untuk melaksanakan:

  1. Pembinaan kapasitas kewirausahaan dan manajerial
  2. Pengembangan Tata Pamong yang menjamin terlaksananya prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, dan adil.
  3. Sistem Pengelolaan berbasis kinerja
  4. Kepemimpinan yang transformasional di semua level
  5. Pengembangan dan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu
  6. Pengembangan Sarana dan Prasarana
  7. Pengelolaan pendanaan yang transparan, akuntabel, responsibel, mandiri, dan adil.
  8. Peningkatan kualitas dan pemanfaatan teknologi Informasi dan komunikasi.

c. Pengembangan Jejaring bertujuan untuk melakukan kerjasama melalui:

  1. Pembinaan kapasitas social yang responsif terhadap masalah sosial dan kemanusiaan
  2. Peningkatan partisipasi Alumni dalam turut serta memajukan IAIN Ambon
  3. Pengembangan kerjasama multi stakeholders di level lokal, nasional dan internasional.